{"id":426,"date":"2022-12-16T11:11:13","date_gmt":"2022-12-16T04:11:13","guid":{"rendered":"https:\/\/leughok.com\/?p=426"},"modified":"2022-12-16T11:11:13","modified_gmt":"2022-12-16T04:11:13","slug":"sepakbola-korea-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/?p=426","title":{"rendered":"Menanti Kejutan Sepakbola Korea Selatan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian masyarakat dunia, Korea Selatan mungkin lebih dikenal dengan kultur-kultur pop lewat drama korea atau musik k-pop, bagi sebagian lain, mungkin lebih mengenal Korea Selatan lewat perusahaan-perusahaan teknologi besarnya seperti Samsung, Hyundai dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi yang lain, sebenarnya ada cerita-cerita beberapa orang yang mencintai sepak bola dari Korea Selatan, mencoba menarik perhatian pecinta sepakbola dunia dan mencatat sejarah bagi sepakbola Asia.<\/span><\/p>\n<h2>Berhasil Menjadi Keluar Sebagai Juara dari Grup Dengan Persaingan Ketat<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulanya, tim nasional sepak bola Korea Selatan memang tak terlihat menonjol. Sejak awal diadakannya <a href=\"https:\/\/leughok.com\/tag\/piala-dunia\/\">Piala Dunia<\/a>, namanya tak ada dalam daftar negara pemain. Pernah hanya sekali tampil di tahun 1954, itupun hanya lolos hingga fase grup dan berakhir di posisi 16. Setelah itu Korea Selatan selalu absen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga akhirnya di tahun 1986, Korea Selatan kembali memasuki fase grup. Tahun-tahun berikutnya (1990, 1994, 1998) pun sama, Korea Selatan hanya mampu bersaing hingga masuk fase grup. Sedikit demi sedikit memang mulai ada perubahan untuk sepakbola Korea Selatan, meski belum signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun siapa sangka, saat Piala Dunia tahun 2002 keadaan langsung berbalik total. Jika di edisi-edisi sebelumnya, Korea Selatan hanya selalu gugur di fase grup, pada Piala dunia tahun 2022 mereka justru berhasil melanggeng jauh hingga babak semifinal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini berada diluar prediksi banyak orang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum Piala Dunia dimulai, Korea Selatan yang saat itu juga menjadi tuan rumah bersama dengan Jepang memang melakukan persiapan yang cukup matang untuk edisi Piala Dunia tersebut. Guus Hiddink, pelatih terkenal asal Belanda yang malang melintang di berbagai klub top Eropa ditunjuk sebagai pelatih berpengalaman yang akan menukangi tim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di fase grup, Jepang mendapati ujian yang cukup berat karena saat itu Korea Selatan harus menempati grup yang berisi tim kuat seperti Amerika Serikat, Polandia, dan Portugal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan komposisi ini, tentu Korea Selatan tidak menjadi tim favorit yang akan lolos ke fase selanjutnya, karena mengingat\u00a0 pada edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya, Korea Selatan belum pernah lolos ke babak 16 besar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diluar dugaan, di fase grup ternyata Korea Selatan langsung mengalahkan Polandia dengan skor akhir 2-0. Pada pertandingan selanjutnya, Korea Selatan berhasil menahan imbang Amerika Serikat dengan skor akhir 1-1. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, tim kuat Portugal juga takluk atas Korea Selatan dengan skor akhir 1-0. Dengan demikian, Korea Selatan langsung lolos ke fase gugur dengan raihan 7 poin. Memuncaki klasemen, unggul 3 poin dari Amerika Serikat yang berada pada peringat kedua.<\/span><\/p>\n<h2>Menjadi Tim Asia Pertama yang Melanggeng Hingga ke Babak Semifinal Piala Dunia<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangan Korea Selatan belum selesai, justru baru saja dimulai. Di babak 16 besar, mereka langsung dihadapkan dengan tim nasional Italia yang terkenal langganan juara. Nama-nama besar seperti Totti, Paolo Maldini, serta Buffon pun menghantui langkah Korea Selatan untuk mengalahkan Italia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun siapa sangka, Italia justru berhasil dikalahkan. Skor akhir 2-1 jadi saksi kehebatan tim nasional Korea Selatan hari itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di babak perempat final, Korea Selatan berhadapan dengan kekuatan sepakbola Eropa lainnya, Spanyol. Adu penalti menyelamatkan Korea Selatan hingga akhirnya mampu melaju ke babak semifinal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masuknya Korea Selatan dalam babak semifinal menjadi raihan terbaik tim nasional sepakbola asal Asia yang belum terpecahkan hingga saat ini. Capaian ini, membuat seluruh masyarakat Asia ikut bangga, mengingat biasanya sepakbola Asia selalu berada dibawah tim nasional dari Eropa, Amerika Latin, hingga Afrika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di babak semifinal, Korea Selatan dihadapkan dengan Jerman. Namun sayang, langkahnya berhenti karena kalah skor 0-1. Gol tunggal dari Michael Ballack membuat mimpi Korea Selatan untuk melangkah ke partai puncak <a href=\"https:\/\/leughok.com\/tag\/piala-dunia\/\">Piala Dunia<\/a> terhenti. Alhasil, Korea Selatan hanya mampu menduduki peringkat ke-4.<\/span><\/p>\n<h2>Perjalanan Korea Selatan di Edisi-Edisi Piala Dunia Selanjutnya<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegagalan Korea Selatan mencapai babak final tak lantas membuat semangat mereka padam begitu saja. Mereka terus berusaha memberikan hasil terbaik di Piala Dunia tahun-tahun berikutnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Piala Dunia tahun 2006 lalu, Korea Selatan berhasil mewakili Asia dengan prestasi terbaiknya. Sayangnya, mereka hanya lolos hingga fase grup. Rupanya Swiss berhasil menggagalkan Korea Selatan saat tanding di pertandingan terakhir fase grup. Padahal saat itu Korea Selatan hanya butuh hasil seri dari Swiss, mengingat di pertandingan awal mereka sudah mengumpulkan 4 poin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Empat tahun kemudian, Korea Selatan berhasil mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2010. Mereka berhadapan dengan <a href=\"https:\/\/leughok.com\/tag\/uruguay\/\">Uruguay<\/a>, namun harus kalah dengan skor akhir 1-2. Meski sempat tampil ciamik, Korea Selatan belum berhasil mengalahkan Uruguay. Gol <a href=\"https:\/\/leughok.com\/tag\/luis-suarez\/\">Luis Suarez<\/a> di 10 menit terakhir juga menjadi salah satu penyebab kekalahan Korea Selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Piala Dunia 2014 berlangsung, tak ada perwakilan negara dari Asia yang berhasil meraih kemenangan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Korea Selatan pun lagi-lagi hanya lolos sampai babak fase grup. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski berhasil mengalahkan Rusia, namun mereka gagal mengalahkan Aljazair dan Belgia. Fase grup pun menjadi langkah terakhir Korea Selatan saat itu. Bagaimanapun, Korea Selatan menjadi negara terbaik di Asia yang mewakili Piala Dunia 2014.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, saat berlangsungnya Piala Dunia tahun 2018 lalu. Lagi-lagi Korea Selatan gagal lolos ke fase grup. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, saat itu Korea Selatan berhasil mengalahkan Jerman, yang merupakan tim juara edisi Piala Dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil ini membuat Korea Selatan gagal masuk ke babak 16 besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>Menanti Kejutan-Kejutan Sepakbola Korea Selatan Selanjutnya<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Korea Selatan berhasil mematahkan stigma bahwa sepak bola Asia tak lebih baik daripada sepak bola milik Eropa, Amerika Latin, dan juga Afrika. Meskipun negara-negara tersebut memiliki sejumlah nama besar yang bisa menciutkan nyali, nyatanya Korea Selatan justru melenggang bebas hingga babak 16 besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski akhirnya, Korea Selatan harus tersingkir di babak 16 besar karena kalah 4-1 dari tim kuat juara saat itu, <a href=\"https:\/\/leughok.com\/tag\/brasil\/\">Brasil<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk level sepakbola Asia, tim nasional Korea Selatan bisa dibilang cukup sukses. Berdasarkan peringkat FIFA pada Oktober 2022, tim nasional sepak bola Korea Selatan ada di peringkat ke-28 dunia. Hanya berada dibawah Iran dan Jepang sebagai sesama negara Asia.<\/span><\/p>\n<p>Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, sepakbola Korea Selatan terus tumbuh ke arah yang lebih baik, hal ini bisa dilihat dari banyaknya pemain sepakbola asal Korea Selatan yang bermain di klub-klub top Eropa, misalnya seperti Son Heung-min, Hwang Hee-chan, Kim-min Jae dan lainnya.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ini bukan tidak mungkin Korea Selatan bisa memberikan perlawanan kepada tim-tim sepakbola kuat Eropa, Amerika Latin dan Afrika. Jadi, mari kita tunggu kejutan-kejutan Korea Selatan selanjutnya! <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi sebagian masyarakat dunia, Korea Selatan mungkin lebih dikenal dengan kultur-kultur pop lewat drama korea atau musik k-pop, bagi sebagian lain, mungkin lebih mengenal Korea Selatan lewat perusahaan-perusahaan teknologi besarnya seperti Samsung, Hyundai dan lain-lain. Di sisi yang lain, sebenarnya ada cerita-cerita beberapa orang yang mencintai sepak bola dari Korea Selatan, mencoba menarik perhatian pecinta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":443,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35,41],"tags":[33,51,36,38,40],"class_list":["post-426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","category-sepakbola","tag-brasil","tag-korea-selatan","tag-olahraga","tag-piala-dunia","tag-sepakbola"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=426"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/426\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bm-diah.yeedev.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}